News Detail
Menhub Ultimatum Port of Rotterdam

Puput Adu Sukarno, Bisnis Indonesia, Rabu 12 April 2017

JAKARTA – Kementerian Perhubungan memberikan tenggat waktu kepada Port of Rotterdam Authority hingga Mei 2017 untuk memulia pengerjaan proyek Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap II.

 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan Indonesia akan menyerahkan proyek itu kepada investor lainnya apabila sampai batas waktu Mei 2017 belum diperoleh kepastian terkait pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung.

 

“Saya sudah ketemu dengan orang Port of Rotterdam, kita kasih mereka batas waktu sampai Mei 2017. Kalau tidak jelas kapan dibangun, akan kami kasihkan saja ke investor lainnya,” ujarnya, Selasa (10/4).

 

Menhub berharap Port of Rotterdam tidak hanya bersembunyi dibalik nama besar, tetapi juga bisa segera merealisasikan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung.

 

Budi Karya menyatakan sudah tidak sabar melihat realisasi pembangunan proyek Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelabuhan hub internasional di wilayah barat.

 

Saat ini, Pemerintah Indonesia resmi mulai melayani jasa pemanduan kapal di Selat Malaka dan Selat Singapura, dan hal itu juga diharapkan sebagai jembatan untuk turut mendongkrak keberadaan Kuala Tanjung.

 

Menurutnya, petugas pandu di Selat Malaka juga sebagai duta yang mempromosikan kemajunan Indonesia. “Dan juga ketika pembangunan Kuala Tanjung selesai, mereka juga diharapkan bisa menarik masuknya kapal-kapal itu ke sana,” tegasnya.

 

Rencana pembangunan pelabuhan itu sudah masuk ke dalam proyek strategis nasional dengan didukung penyiapan infrastruktur transportasi. Dia menjelaskan pemerintah akan membangun akses kereta api dari Kawasan Ekonomi Khusus di Sei Mangke menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.

 

“Kita ingin Kuala Tanjung langsung jadi besar, karena kita sudah investasi banyak, tetapi mereka [Port of Rotterdam] belum bangun juga. Gimana susahnya kita bikin jalur kereta api, bikin jalan tol, tiba-tiba dimainin saja. Mereka mesti tentukan pilihannya,” terangnya.

 

Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Bambang Eka Cahyana menyatakan kebijakan yang ditempuh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah tepat.

 

“Saya hadir dalam pertemuan antara Pak Menhub dengan Port of Rotterdam, Minggu 9 April 2017. Apa yang disampaikan beliau sudah tepat dan kami sangat mendukung pernyataan beliau,” ujarnya.

 

Menurutnya, kepastian Port of Rotterdam dalam pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap II sangat ditunggu, sedangkan waktu terus berjalan.

 

Dari sisi lain, banyak investor asing lainnya yang siap terlibat mengembangkan Kuala Tanjung tahap II.

 

Sejauh ini, terdapat empat investor yang tertarik terlibat dalam pembangunan Kuala Tanjung. Keempatnya adalah DP World asal Uni Emirat Arab, Hong Kong Modern Terminal, International Container Terminal Services (ICTSI) Filipina, dan APM Terminals (Maersk Line) dari Belanda.

 

 

KURANG TEPAT

Sementara itu, Direktur Eksekutif Nasional Maritime Institute Siswanto Rusdi mendukung upaya ultimatum yang dilakukan oleh Kemenhub kepada Port of Rotterdam tersebut.

 

Sejak awal, dia menilai pemilihan Port of Rotterdam sebagai mitra diharapkan bisa mendatangkan pelayaranan internasional skala besar untuk melayari ke Kuala Tanjung dinilai kurang tepat.

 

“Keahlian Port of Rotterdam itu pada manajemen pengelolaan pelabuhan, terkait efisiensi, modernisasi, dan mekanisme, tetapi kalau untuk mendatangkam jaringan pelayaran internasional, mereka lemah di situ,” jelasnya.

 

Pelindo I telah menandatangi nota kesepahaman dan sekaligus perjanjian kerja sama dengan Port of Rotterdam Authority tentang Port Management Services In Developing Port Of Kuala Tanjung pada Oktober 2016.

 

Ruang lingkup Port Management Services In Developing Port Of Kuala Tanjung ini terdiri darai Port Analysis Model (PAM) dan Port Management Program (PMP).

 

Kerja sama tersebut sebagai wujud keseriusan Pelindo I dalam mempercepat pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, sebagai upaya menjadikan pelabuhan tersebut sebagai pelabuhan hub Indonesia di bagian barat.

 

Proyek pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung adalah program yang sangat penting bagi Pelindo I memilih Port of Rotterdam sebagai mitra, yang telah memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan dan mengelola pelabuhan kelas dunia untuk membantu pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung.


Back to List

17 Jun 2022

Ramai-ramai Tarif Tol Naik Tahun Ini, Pengusaha Menjerit

Emir Yanwardhana, cnbcindonesia.com, Kamis 16 Juni 2022

13 Jun 2022

Tarif 30 Ruas Tol Bakal Naik, Ongkos Logistik Makin Tinggi?

Heri Purnomo, Okezone.com, Kamis 9 Juni 2022

22 Apr 2022

Ini Dampak Bagi Sejumlah Sektor Industri Akibat Masih Tingginya Harga Minyak Mentah  

Muhammad Julian, Kontan.co.id, Rabu 20 April 2022

11 Apr 2022

Pemerintah Batasi Angkutan Logistik Saat Arus Mudik, Begini Pinta ALI  

Lailatul Anisah, Kontan.co.id, Minggu 10 April 2022

05 Apr 2022

Angkutan Barang Dibatasi saat Mudik, Pengusaha Logistik Justru Khawatir Ini

Dany Saputra, Bisnis.com, Selasa 5 April 2022

01 Apr 2022

5 Sektor Usaha yang Halal Nikmati Solar Subsidi

cnnindonesia.com, Kamis 31 Maret 2022

31 Mar 2022

Pengusaha Logistik Keluhkan Solar Langka Sudah 2 Minggu

cnnindonesia.com, Selasa 29 Maret 2022

29 Mar 2022

Awas, Solar Langka Bisa Berimbas pada Kenaikan Harga Bahan Pokok

cnnindonesia.com, Selasa 29 Maret 2022

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved