News Detail
Paket Kebijakan Ekonomi XV Pangkas Biaya Logistik 1-3 Persen

Arkhelaus W. / Aditya Budiman, Tempo.co, Jumat 16 Juni 2017

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita mengatakan Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) XV sesuai permintaan pengusaha bidang logistik dalam memperlancar alur dan menurunkan biaya logistik. Ia memperkirakan biaya logistik dapat mengurangi biaya logistik sebesar 1-3 persen.

 

“Jika implementasi berjalan lancar dan cepat, akan bisa memberikan dampak pada biaya logistik sebesar 1-3 persen,” kata Zaldy saat dihubungi di Jakarta, Jumat 16 Juni 2017.

 

Menurut Zaldy, yang paling banyak memberikan penurunan biaya logistik adalah dari revisi aturan Regulated Agent di kargo bandara. “Kami sangat berharap permenhub untuk merevisi RA segera keluar, jangan hanya sampai sebatas paket deregulasi saja,” ujarnya. Ia menjelaskan pengurangan biaya logistik 1 persen sudah sangat besar dari total biasa logistik 24 persen dari GDP.

 

Sebelumnya, pemerintah kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi yang berfokus pada usaha logistik. Pemerintah berharap agar pengusaha yang kerap menyimpan barangnya di luar negeri bisa memindahkannya ke Indonesia. Sebab, sejumlah beban operasional dan peraturan yang selama ini menghambat telah dipangkas.

 

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan secara garis besar dampak yang diharapkan dari paket kebijakan ekonomi ini ialah kemudahaan dan kemurahan usaha, khususnya di sektor perkapalan dan galangan. Menurut dia, perusahaan dalam negeri bakal mendapatkan keutamaan untuk ekspor dan impor komoditas tertentu, seperti beras, minyak sawit, atau batu bara.

 

Selain swasta, dalam paket kebijakan ke-15 pemerintah juga memperkuat keberadaan Indonesia National Single Window (INSW). Menteri Darmin menyatakan pemerintah memberikan fungsi independensi kepada INSW untuk mengembangkan sistem elektronik layanan ekspor dan impor. "INSW tidak cuma portal tapi ikut perbaiki apa yang berjalan." kata dia.

 

Zaldy menambahkan bahwa bisnis angkutan laut membutuhkan modal yang besar dan perusahaan yangg bonafid karena terkait dengan masalah keselamatan (safety) dan keamanan (security). Ia berharap setelah kebijakan ini, Peraturan Menteri tentang Regulated Agent segera difinalisasi. “Karena berdampak langsung terhadap tingginya biaya kargo udara yang kami hadapi,” ujar Zaldy.

 

Sumber:

https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/06/16/090885170/paket-kebijakan-ekonomi-xv-pangkas-biaya-logistik-1-3-persen

 


Back to List

22 Aug 2017

Pengusaha Minta Proyek Tol Laut Diserahkan ke Swasta

Tribunnews.com, Senin 21 Agustus 2017

22 Aug 2017

Pengusaha Angkutan Kukuh Menolak Pembatasan Logistik Masuk Tol Cikampek

Asep Budiman, Pikiran-rakyat.com, Senin 21 Agustus 2017

22 Aug 2017

Menhub: Arus Logistik di Pelabuhan Harus Lebih Baik dan Cepat

Tempo.co, Senin 21 Agustus 2017

21 Aug 2017

Pengusaha Tahan Diri, Kredit Logistik Stagnan

Abdul Rahman, Bisnis.com, Minggu 20 Agustus 2017

18 Aug 2017

Rute Tol Laut Akan Ditambah

Kompas, Jumat 18 Agustus 2017

18 Aug 2017

Pengusaha Tolak Pembatasan Operasional Logistik di Tol Cikampek

Asep Budiman, Pikiran-rakyat.com, Kamis 17 Agustus 2017

18 Aug 2017

Jasa Marga Usul Waktu Operasi Truk di Tol Jakarta-Cikampek Dibatasi

Kumparan.com, Rabu 16 Agustus 2017

16 Aug 2017

Biaya Supply-Chain Dipangkas, Beban Logistik Turun

Gloria Fransisca K. Lawi, Bisnis.com, Selasa 15 Agustus 2017

16 Aug 2017

Pemerintah Segera Luncurkan Paket “Sakti” Pemacu Investasi

Asep Wijaya, Katadata.co.id, Selasa 15 Agustus 2017

09 Aug 2017

Penyederhanaan Lartas di Tata Niaga Kurangi Dwilling Time

Skalanews.com, Rabu 9 Agustus 2017

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved