News Detail
Pengusaha Keluhkan Tingginya Biaya Logistik di Tanjung Perak

Renni Susilawati, Beritajatim.com, Sabtu 20 Januari 2018

Surabaya (beritajatim.com) - Pengusaha pengguna jasa kepelabuhan di Tanjung Perak, mengeluhkan semakin tingginya biaya jasa di Tanjung Perak. Sebagian besar penyedia jasa hanya satu perusahaan saja, sehingga para pengusaha menilai masih sarat dengan praktek monopoli.

 

Padahal dalam undang-undang nomor 17/2008 menjelaskan bahwa penyediaan dan pengelolaan lahan serta  yang berhak mengusulkan tarif adalah Otoritas Pelabuhan. Dampak selanjutnya, biaya logistik di Pelabuhan Tanjung Perak dinilai cukup tinggi sehingga berdampak pada tingginya harga barang yang akan dijual.

 

"Harusnya OP yang menarik, tapi kenyataannya malah PT Pelindo III. Sebab kini Pelindo III  menyiasatinya dengan membuat banyak anak perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dengan para anggota Kadin Jatim. misalnya tracking, bongkar muat, gudang dan lain sebagainya. Persaingan menjadi tidak sehat. Akibatnya, tarif logistik di pelabuhan menjadi sangat mahal. Kami melihat ini tidak benar. UU 17/2008 yang memiliki semangat anti monopoli harus dilaksanakan dengan benar," tegas Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Dedy Suhajadi di Surabaya, Jumat (19/1/2018).

 

Menurutnya, sebenarnya biaya logistik bisa ditekan agar produk menjadi bisa bersaing. Karena Kadin Jatim dan anggotanya berkeinginan menyemarakkan pasar domestik dan meningkatkan ekonomi daerah melalui perdagangan antar pulau.

 

"Persaingan dalam pelabuhan harusnya dibenarkan agar biaya logistik menjadi kompetitif. Misalkan biaya bongkar muat dan lain sebagainya," tambahnya.

 

Dedy berharap agar UU 17/2008 bisa dilaksanakan dengan benar. Karena jika tidak sesuai dikhawatirkan produk domestik tidak bisa bersaing dengan barang dari luar negeri. "Sebab pengusaha butuh cepat, murah dan mudah," pungkasnya. [rea/suf]

 

Sumber:

http://www.beritajatim.com/ekonomi/319113/pengusaha_keluhkan_tingginya_biaya_logistik_di_tanjung_perak.html

 


Back to List

28 Sep 2020

Jasa Pengiriman Makanan Tumbuh Paling Tinggi Selama Masa PSBB Pojok Bisnis

Zulfah Robbania, Pojoksatu.id, Minggu, 27 September 2020

28 Sep 2020

Asosiasi Logistik Sebut Jasa Pengiriman Makanan Tumbuh Paling Tinggi

Jawapos.com, Sabtu, 26 September 2020

28 Sep 2020

Asosiasi Logistik Sebut Jasa Pengiriman Makanan Tumbuh Paling Tinggi

Jawapos.com, Sabtu, 26 September 2020

28 Sep 2020

Asosiasi Logistik Sebut Jasa Pengiriman Makanan Tumbuh Paling Tinggi

Jawapos.com, Sabtu, 26 September 2020

23 Sep 2020

Demi kelancaran, Asosiasi Logistik minta pemerintah tanggap mitigasi potensi banjir

Ridwan Nanda Mulyana, Kontan.co.id, Selasa 22 September 2020

15 Sep 2020

Jasa Pengiriman Makanan Bisa Melonjak saat PSBB di Jakarta

Anitana Widya Puspa, Bisnis.com, Senin 14 September 2020

11 Sep 2020

PSBB DKI Jilid II, Pengusaha Minta Pemerintah Perluas Stimulus untuk Cegah PHK

Francisca Christy Rosana, Tempo.co, Kamis, 10 September 2020

07 Sep 2020

Jika Tol Ditutup buat Dilewati Sepeda, Angkutan Logistik Terganggu?

Vadhia Lidyana, Detik.com, Sabtu 05 September 2020

28 Aug 2020

Pelabuhan Tak Optimal, Pemerintah Cuma Fokus Investasi

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Kamis 27 Agustus 2020

25 Aug 2020

Pemanfaatan Pelabuhan Tak Optimal, Salah Siapa?

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Senin 24 Agustus 2020

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved