News Detail
Operator Pelayaran Khawatirkan Kongesti di Pelabuhan Makassar

Amri Nur Rahmat, Bisnis.com, Senin 29 Januari2018

Bisnis.com, MAKASSAR - Waktu tunggu kapal yang hendak sandar di Terminal Peti Kemas Makassar membengkak hingga 3 hari secara rerata yang kemudian berpotensi membentuk kongesti jangka panjang pada pelabuhan utama di wilayah timur tersebut.

Ketua Indonesian National Shipowner's Association (INSA) Makassar Zulkifli Syahril mengemukakan kondisi tersebut dipicu oleh kapasitas pelabuhan yang mulai berada pada titik jenuh sehingga cenderung kurang optimal dalam pelayanan kapal.

Dia menyebutkan secara bulanan volume kunjungan kapal (call) di Terminal Peti Kemas Makassar (TPM) Pelabuhan Makassar sebanyak 145 call atau telah melampaui kapasitas pelabuhan secara kumulatif sebanyak 112 call per bulan.

"Hasilnya terjadi penumpukan, karena ada kelebihan hingga 33 call. Biaya operasional pastinya membengkak, kapal jadi menumpuk hingga 3 hari," ujarnya pada Senin (29/1/2018).

Dengan kondisi tersebut, lanjut Zulkifli, kongesti di Pelabuhan Makassar diperkirakan bakal terus berlanjut dan bakal memicu pembengkakan biaya logistik untuk skala yang lebih luas jika operator pelabuhan tidak memberikan solusi tepat.

Menurut dia, kongesti itu mengakibatkan pula aktvitas bongkar muat peti kemas dari kapal yang sandar ikut terlambat dan selanjutnya akan memengaruhi sistem logistik di wilayah timur serta nasional.

Meskipun demikian, efek berantai dari kongesti yang tercipta di Pelabuhan Makassar pada awal tahun ini diyakini bisa diminimalisir melalui beberapa langkah taktis yang berorientasi pada menekan pembengkakan biaya logistik.

"Salah satunya operator pelabuhan [Pelindo IV] mesti memberikan insentif bagi pelayaran. Bisa berupa pemberian potongan biaya untuk penumpukan mengacu pada durasi waiting time kapal. Kami sudah usulkan ini ke operator, tetapi belum ada tanggapan," papar Zulkifli.

Di sisi lain, lanjutnya, proyek Makassar New Port (MNP) diharapkan bisa dikebut penyelesaiannya sehingga kapal yang hendak bersandar dan melakukan bongkar muat bisa dialihkan sebagian dari Pelabuhan Makassar eksisting.

Sementara itu, manajemen TPM Pelindo IV menepis terjadinya kongesti walaupun mengakui terjadinya peningkatan arus kunjungan kapal.

GM TPM Pelindo IV Josef Benny Rohy mengatakan antrean kapal yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh sejumlah faktor teknis maupun nonteknis dengan mengacu pada beberapa pertimbangan.

Dia menyebutkan arus kunjungan kapal yang masuk ke Pelabuhan Makassar khususnya di TPM mencapai enam hingga delapan call, sedangkan kapasitas tambatan yang terpasang hanya lima kapal dengan panjang kurang dari 160 meter.

Kemudian, kedatangan kapal yang kerap bersamaan disertai kecenderungan dokumen yang belum lengkap sesuai dengan yang dipersyaratkan membuat kapal belum bisa dilayani untuk tambat maupun melakukan bongkar muat di TPM.

"Kami sebenarnya sudah menerapkan windows system, tetapi sebagian besar perusahaan pelayaran ternyata tidak bisa ikut. Padahal jika ini optimal, tidak perlu lagi ada penumpukan karena persoalan kelengkapan dokumen. Aktivitas tambat dan bongkar muat lebih terjadwal serta terencana," katanya.

Selain itu, lanjut Josef, pelayanan sering tertunda karena terjadinya faktor nonteknis seperti cuaca ekstrim, di mana langkah tersebut ditempuh guna menekan terjadinya risiko.

Dari sisi pelayanan bongkar muat, manajemen mengakui terjadi perawatan berkala atas satu unit container crane (CC) namun dipastikan tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja bongkat muat secara keseluruhan.

Adapun untuk layanan bongkar muat,  pelayanan di TPM yang sejak lama sudah menerapkan sistem 1 x 24 jam selama 7 hari, sehingga kondisi pemeliharaan alat itu sama sekali bukan hambatan untuk aktivitas bongkar muat.

Sumber:

http://industri.bisnis.com/read/20180129/98/731678/operator-pelayaran-khawatirkan-kongesti-di-pelabuhan-makassar

 


Back to List

25 Nov 2020

Distribusi Vaksin Covid-19 Dimonopoli BUMN, Cuan Swasta Minim

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Selasa, 24 November 2020

23 Nov 2020

Industri Logistik Bangkit 2021

Sanya Dinda, Investor.id, Minggu 22 November 2020

19 Nov 2020

Protes Tarif Sandar Kapal Bakal Naik, Pengusaha Anggap Menhub Gagal  

Francisca Christy Rosana, Tempo.co, Rabu 18 November 2020

19 Nov 2020

Pelaku Usaha Logistik Tolak Rencana Kenaikan Biaya Sandar Kapal

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Selasa, 17 November 2020

12 Nov 2020

Bandara Soekarno Hatta Lumpuh 8 Jam Buat Pengusaha Rugi Miliaran Rupiah  

Khoirul Ma’ruf, Pikiran-rakyat.com, Rabu 11 November 2020

12 Nov 2020

Pengusaha Logistik Rugi Rp10 Miliar Terdampak Kerumunan Simpatisan Rizieq Shihab

Tira Santia, Merdeka.com, Rabu 11 November 2020

11 Nov 2020

Imbas Macet-Delay, Pengiriman Barang Lewat Bandara Soetta Telat Sehari

Detik.com, Selasa 10 November 2020

11 Nov 2020

Pengusaha Logistik Rugi Miliaran Rupiah, Imbas Penjemputan Habib Rizieq Buat Pengiriman Ngaret

Gilang Pranajasakti, Pikiran-rakyat.com, Selasa 10 November 2020

09 Nov 2020

Ini dua sektor bisnis yang tumbuh pesat di kuartal III-2020

Muhammad Julian, Kontan.co.id, Senin 09 November 2020

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved