News Detail
Sistem Logistik Belum Efektif Lindungi Produk Lokal

Antaranews.com, Rabu 11 Januari 2012

Jakarta (ANTARA News) - Sistem logistik nasional yang diwarnai dengan belum memadainya sarana dan prasarana terkait infrastruktur di Indonesia dinilai masih belum efektif dalam melindungi optimalisasi distribusi produk-produk lokal.

 "Sistem logistik belum mampu secara efektif melindungi produk-produk dalam negeri untuk bisa bersaing dengan produk impor," kata Guru Besar Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya bidang "Supply Chain Engineering", Prof I Nyoman Pujawan, Rabu.

 Menurut Nyoman, kurang memadainya infrastruktur transportasi yang menghubungkan daerah penghasil pertanian/perkebunan/perikanan dengan tempat pengolahan atau pusat konsumsi mengakibatkan biaya logistik tinggi.

 Selain itu, lanjutnya, biaya angkutan antarpulau dinilai juga masih jauh di atas biaya angkutan impor dari negara lain.

 Ia mencontohkan, beban biaya pengapalan kontainer sebesar 40 kaki dari Padang ke Jakarta adalah sekitar 600 dolar AS, sedangkan beban biaya transportasi jenis kontainer yang sama dari Jakarta ke Singapura hanya dibebani 185 dolar AS.

 Ia juga mengemukakan, ketersediaan perusahaan penyediaan jasa pengiriman logistik juga dinilai masih terbatas karena didominasi oleh pemain global dan jaringannya belum menyentuh semua wilayah di Indonesia.

 Selain itu, ujar dia, infrastruktur juga masih belum memadai antara lain dalam hal fasilitas penyimpanan, fasilitas pengangkutan, dan fasilitas pengepakan.

 

Sedangkan mengenai hubungan hulu dan hilir yang penting dalam jalur distribusi, ia menyebutkan bahwa rantai pasok produk-produk perikanan dan pertanian kerap diwarnai oleh hubungan yang tidak seimbang seperti kekuatan yang tidak berimbang dan manfaat distribusi yang terkonsentrasi pada pemain tertentu.

 "Pemain hulu tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan kestabilan harga, kualitas, dan jumlah pasokan," kata Nyoman yang meraih gelar doktoral dari Lancaster University, Inggris.

 

Ia juga mengatakan, dalam hal SDM logistik masih banyak profesional logistik yang tidak memiliki latar belakang pendidikan logistik dan di saat yang bersamaan hanya sedikit pendidikan tinggi yang menawarkan program pendidikan dan pelatihan logistik.

 Nyoman juga menyorot masih sangat sedikitnya tenaga SDM Logistik yang memiliki sertifikat profesional.

 Sumber:

http://www.antaranews.com/berita/292230/sistem-logistik-belum-efektif-lindungi-produk-lokal


Back to List

27 Jan 2021

ALI Proyeksikan Biaya Logistik Akan Meningkat Jika Tarif Sewa Gudang Naik

Sugeng Adji Soenarso, Kontan.co.id, Selasa 26 Januari 2021

20 Jan 2021

ALI: Kenaikan tarif akan membuat truk logistik menghindari jalur tol

Selvi Mayasari, Kontan.co.id, Senin 18 Januari 2021

19 Jan 2021

Tarifnya Naik, Jalan Tol Terancam Ditinggal Kendaraan Logistik

Herdi Alif Al Hikam, Detik.com, Minggu 17 Januari 2021

19 Jan 2021

Tarif Tol Trans Jawa Naik Hari Ini, Truk Logistik Beralih Non Tol

Anitana Widya Puspa, Bisnis.com, Minggu 17 Januari 2021

14 Jan 2021

Distribusi Vaksin Corona oleh Swasta Butuh Payung Hukum

Ulfa Arieza, cnnindonesia.com, Rabu 13 Januari 2021

13 Jan 2021

Bahu Membahu Sebar Vaksin Corona

Yuli Yanna Fauzie, cnnindonesia.com, Selasa 12 Januari 2021

13 Jan 2021

Pengusaha Buka Ruang Beri \'Harga Khusus\' Angkut Vaksin Corona

cnnindonesia.com, Selasa, 12 Januari 2021

13 Jan 2021

Pengusaha Siap Bantu Jokowi Gelar Vaksinasi Corona  

cnnindonesia.com, Selasa, 12 Januari 2021

15 Dec 2020

Teknologi dan kemajuan Logistik di Indonesia 2021

Albi Panatagama, December 14, 2020

11 Dec 2020

Ini Strategi Agar Indonesia Tidak Mengalami Kelangkaan Kontainer Kosong

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Rabu 9 Desember 2020 

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved