News Detail
Tanjung Priok Terlalu Padat, Utilisasi Truk Hanya Capai Separuhnya

Jaffry Prabu Prakoso, Bisnis.com,Kamis 12 April 2018

Bisnis.com, JAKARTA – Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang sangat padat membuat pendapatan jasa pengiriman barang melalui truk hanya optimal setengahnya.

Wakil Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto mengatakan ketidakteraturan ini membuat pelabuhan tersendat baik itu dari depo ke depo, depo ke kontainer, ataupun kontainer ke truk.

“Ini menyebabkan truk hilir mudik tidak efisien sehingga utilisasi truk di Jakarta tidak bisa satu trip dalam satu hari,” katanya kepada Bisnis, Kamis (12/4/2018).

Mahendra menjelaskan pendapatan sebuah angkutan barang truk adalah ketika dia berangkat dari gudang membawa isi ke pelabuhan lalu perjalanan sebaliknya. Sementara yang ada saat ini mereka hanya bisa memenuhi salah satunya.

Dari situ, berdasarkan hitung-hitungannya dalam satu bulan, pengusaha truk hanya bisa mendapatkan total pendapatan 15 hari atau setengah dalam satu bulan.

Ini jauh sekali dibandingkan negara tetangga bahkan bisa meningkatkan utilisasi menjadi 150%. Tidak heran biaya logistik di Indonesia masih tinggi karena pengusaha harus membebankan perjalanan kosong kepada pelanggan.

“Kalau infrastruktur lancar, satu hari bisa dua rate. Berarti dalam sebulan bisa 60 rate dan membuat harga bisa turun setengahnya,” jelasnya.

Berdasarkan survei sektor logistik Indonesia tahun 2017-2018 yang diadakan Supply Chain Indonesia, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia, dan ASEAN Federation of Forwarder Associations, sebanyak 70,2% responden menyatakan kondisi infrastruktur kepelabuhanan sangat baik.

Meski demikian, 25,5% menyatakan kondisinya masih buruk atau sangat buruk dalam mendukung kinerja logistik.

Ini sama persis dengan laporan The Global Competitiveness Index 2017-2018 yang menyebutkan kualitas infrastruktur pelabuhan Indonesia mengalami peningkatan dari nilai 3,9 pada 2016-2017 menjadi 4,0 pada 2017-2018 atau naik peringkat dari 75 menjadi 72.

Masalah yang dialami pelabuhan dalam penelitian tersebut adalah tarif yang tinggi serta tingkat pelayanan dan gangguan sistem informasi terkait proses kepelabuhan.

Sumber:

http://industri.bisnis.com/read/20180412/98/783669/tanjung-priok-terlalu-padat-utilisasi-truk-hanya-capai-separuhnya

 


Back to List

14 Mar 2019

Swasta Diusulkan Terlibat INALOG

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis Indonesia, Kamis 14 Maret 2019

14 Mar 2019

ALI: Digitalisasi Logistik Itu Ibarat Beli Tiket Tak Lewat Travel Agent

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Rabu 13 Maret 2019

12 Mar 2019

Revolusi Setengah Hati

Rinaldi M. Azka & Rio Sandy P, Bisnis Indonesia, Selasa 12 Maret 2019

12 Mar 2019

Platform Logistik Tidak Boleh Dimonopoli

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Senin 11 Maret 2019

12 Mar 2019

Platform Digital Logistik Jangan Dibatasi

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Minggu 10 Maret 2019

28 Feb 2019

50% Pengusaha Logistik Beralih dari Transportasi Udara

Nia Deviyana, medcom.id, Rabu, 27 Februari 2019

27 Feb 2019

Pengusaha Logistik: Pemanfaatan Tol Laut Rendah, Hanya 2%-5%

Andryanto S, indonesiainside.id, Selasa 26 Februari 2019

27 Feb 2019

Pengusaha Akui Tol Laut Belum Ampuh Atasi Perbedaan Harga

cnnindonesia.com, Selasa 26 Februari 2019

26 Feb 2019

Digitalisasi Logistik Lamban

Rinaldi M. Azka & Rio Sandy P, Bisnis Indonesia, Selasa 26 Februari 2019

20 Feb 2019

Jasa Marga Ngaku Belum Dapat Untung dari Tol Trans Jawa

cnnindonesia.com, Selasa 19 Februari 2019

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved