News Detail
Ongkos Rapid Test Membebani Sopir Truk dan Perusahaan Logistik

Selfie Miftahul Jannah, Tirto.id, Selasa 30 Juni 2020

tirto.id - Salah satu syarat bepergian menjelang era the new normal alias kelaziman baru adalah memegang surat keterangan rapid test. Surat ini menunjukkan bahwa pemegangnya bebas COVID-19 sehingga dianggap aman memasuki wilayah tertentu alias tak membawa virus.

Bagi mereka yang hanya sesekali ke luar kota, biaya tes sebesar kira-kira Rp250 ribu tak terlalu memberatkan. Tapi duit sebanyak itu sungguh menguras kantong para pengemudi angkutan logistik.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita mengatakan biaya ini keluar dari kas perusahaan logsitik atau kocek pribadi sang sopir. Dua-duanya menyulitkan. Kondisi keuangan mereka masih tertekan lantaran bisnis belum pulih sepenuhnya karena masih rendahnya daya beli masyarakat.

“Biaya tes menjadi beban tambahan. Seharusnya pemerintah memberikan bantuan,” kata dia kepada reporter Tirto, Jumat (26/6/2020).

Ia khawatir bila kondisi ini tak segera diperhatikan pemerintah, maka yang bakal merasa dampaknya adalah pengguna jasa angkutan logistik. Perusahaan logistik akan membebankan biaya rapid test kepada pengguna jasa, sekitar Rp200 ribu per truk.

Belakangan permasalahan ini semakin runyam karena sopir truk memutuskan mogok kerja. Ini terjadi di Pelabuhan Pangkal Batam, Bangka Belitung, pada 22 Juni lalu. Para pengusaha dibikin bingung. “Sopir sudah pasti enggak mau [bayar], lebih baik enggak narik daripada harus bayar.”

Sekretaris Jenderal Organda Ateng Aryono juga mengungkap keluhan yang serupa. Jika pemerintah mewajibkan tes Corona sebagai syarat orang bermobilitas, sebaiknya biayanya ditanggung negara.

“Kami setuju rapid test, swab, PCR, metode apa pun boleh. Tapi harus di-backup negara. Negara yang harus membiayai,” kata Aryono kepada reporter Tirto.

 

Penjelasan Kemenhub

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan “syarat kesehatan ini diatur oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.”

Kepada reporter Tirto, Jumat (26/6/2020), ia mengatakan pemerintah tengah menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Harapannya agar pembukaan kembali arus lalu lintas barang dan jasa antar kota tidak diikuti dengan peningkatan penularan virus Corona.

Di sinilah letak pentingnya rapid test. Ia menegaskan rapid test tak bisa ditawar-tawar lagi. Ini merupakan syarat paling mendasar untuk membuka lalu lintas perdagangan.

Namun, ia mengatakan Kemenhub tetap berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif. Untuk itu, keluhan dari para pelaku usaha akan dibawa dan dibahas bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Semua opsi kami bahas, yang penting protokol kesehatan tetap yang utama,” jelasnya. 

Surat keterangan ini sempat berlaku tiga hari, tapi berdasarkan peraturan baru, Surat Edaran Nomor 9 tahun 2020 Gugus Tugas, jadi 14 hari. Barangkali ini adalah solusi moderat dari keluhan para sopir dan pengusaha.

 

Sumber:

https://tirto.id/ongkos-rapid-test-membebani-sopir-truk-dan-perusahaan-logistik-fL1V

 

 


Back to List

14 Jun 2021

Gara-gara Preman, Pengusaha Terpaksa Melegalkan Pungli

Vento Saudale, beritasatu.com, Minggu 13 Juni 2021

14 Jun 2021

Pengusaha: Pungli di Tanjung Priok Sudah Terjadi Sejak Lama

Emir Yanwardhana, Cnbcindonesia.com, Jumat 11 Juni 2021

14 Jun 2021

Kacau! Pungli Mendarah Daging, Pengusaha Sentil Satgas Pungli

Emir Yanwardhana, Cnbcindonesia.com, Jumat 11 Juni 2021

10 Jun 2021

Pak Jokowi! Ada Masalah Serius yang Hambat Ekspor RI Nih

Emir Yanwardhana, Cnbcindonesia.com, Selasa 8 Juni 2021

08 Jun 2021

Masyarakat hingga Pemda Keluhkan Banyaknya Truk ODOL

Liputan6.com, Senin 7 Juni 2021

08 Jun 2021

Transportasi Pengaruhi Biaya Logistik hingga 40 Persen

Rahmi Yati, Bisnis.com, Senin 7 Juni 2021

08 Jun 2021

Eksportir Teriak, Kenaikan Biaya Angkut Kontainer Gila-Gilaan

Emir Yanwardhana, Cnbcindonesia.com, Senin 7 Juni 2021

19 May 2021

Kalangan Usaha yang Tak Mampu Gelar Vaksinasi Gotong Royong Butuh Solusi

Hendriyo Widi, Kompas.com, Selasa 18 Mei 2021

18 May 2021

ALI: SNI Palet Umum Penting untuk Logistik Indonesia

Rahmi Yati, Bisnis.com, Senin 17 Mei 2021

18 May 2021

Tak Terpengaruh Larangan Mudik, Arus Logistik Melonjak Hingga 60 Persen

Athika Rahma, Liputan6.com, Minggu 16 Mei 2021

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved