News Detail
Logistik Terpukul karena Corona, Industri Otomotif Kena Imbasnya

Achmad Dwi Afriyadi, Detik.com, Selasa, 07 Juli 2020

Jakarta - Industri otomotif dan angkutan logistik menjadi salah satu sektor yang paling terpukul karena Virus Corona. Bisnis logistik mengalami penurunan yang sangat tajam, diperkirakan hingga 80%.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan, meski sudah memasuki era new normal, kegiatan logistik belum akan pulih seperti sedia kala. Pasalnya bisnis logistik telah mengalami penurunan yang sangat tajam yakni hingga 80% selama masa pandemi.

"Sejak Januari sudah terasa, bahkan sejak Maret hampir tidak ada aktivitas. Tapi, sekarang mulai bergerak," kata Zaldy di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Dia menggambarkan, pelaku usaha kini masih banyak menyimpan stok lama karena tak ada pengiriman. Saat ini pelaku usaha sedang berupaya menghabiskan stok yang ada.

"Barang-barang yang ada di gudang banyak yang tidak bergerak. Kemungkinan kegiatan logistik baru mulai aktif lagi setelah 1-2 bulan penerapan new normal atau sekitar Agustus," sebutnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Rizal E. Halim mengatakan pemerintah harus segera memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Di sisi lain, pelaku usaha harus diberikan stimulus atau insentif.

"Kalau sektor usaha tertolong, sektor logistik juga akan berjalan kembali," jelasnya.

Lesunya sektor logistik itu berpengaruh terhadap sektor otomotif khususnya di lini kendaraan yang terkait dengan logistik seperti elf, truk dan kendaraan pickup.

General Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Attias Asril mengakui, industri otomotif termasuk salah satu yang mengalami penurunan penjualan saat pandemi COVID-19. Meski begitu, pasar kendaraan komersial masih cukup menjanjikan karena adanya pertumbuhan positif di sejumlah sektor bisnis pada saat pandemi. Contohnya sektor logistik dan kurir.

"Kami yakin penjualan kendaraan komersial akan membaik walaupun untuk menyamai tahun lalu cukup berat," paparnya.

Dikatakan, peningkatan tersebut terjadi karena ada sejumlah sektor yang tumbuh pada masa pandemi seperti logistik dan kurir. Hanya saja mereka membutuhkan kendaraan yang hemat biaya operasionalnya, yakni konsumsi BBM, layanan servis, dan suku cadang.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) year to date Mei 2019-Mei 2020, Isuzu Giga tercatat tumbuh 3,6%, namun volume penjualannya minus 45,4%. Untuk Isuzu Elf, market share-nya naik 1,5% namun penjualannya minus 29,8%. Sedangkan, Isuzu Traga membukukan market share 9,9%, tetapi penjualannya minus 9,6%. Padahal, total pasar kendaraan komersial pada periode yang sama melemah minus 37,5%. Di mana pada Mei 2019 tercatat penjualan sebanyak 97.484 unit dan pada Mei 2020 tercatat sebanyak 60.963 unit.

 

Sumber:

https://finance.detik.com/industri/d-5083464/logistik-terpukul-karena-corona-industri-otomotif-kena-imbasnya

 


Back to List

17 Jun 2022

Ramai-ramai Tarif Tol Naik Tahun Ini, Pengusaha Menjerit

Emir Yanwardhana, cnbcindonesia.com, Kamis 16 Juni 2022

13 Jun 2022

Tarif 30 Ruas Tol Bakal Naik, Ongkos Logistik Makin Tinggi?

Heri Purnomo, Okezone.com, Kamis 9 Juni 2022

22 Apr 2022

Ini Dampak Bagi Sejumlah Sektor Industri Akibat Masih Tingginya Harga Minyak Mentah  

Muhammad Julian, Kontan.co.id, Rabu 20 April 2022

11 Apr 2022

Pemerintah Batasi Angkutan Logistik Saat Arus Mudik, Begini Pinta ALI  

Lailatul Anisah, Kontan.co.id, Minggu 10 April 2022

05 Apr 2022

Angkutan Barang Dibatasi saat Mudik, Pengusaha Logistik Justru Khawatir Ini

Dany Saputra, Bisnis.com, Selasa 5 April 2022

01 Apr 2022

5 Sektor Usaha yang Halal Nikmati Solar Subsidi

cnnindonesia.com, Kamis 31 Maret 2022

31 Mar 2022

Pengusaha Logistik Keluhkan Solar Langka Sudah 2 Minggu

cnnindonesia.com, Selasa 29 Maret 2022

29 Mar 2022

Awas, Solar Langka Bisa Berimbas pada Kenaikan Harga Bahan Pokok

cnnindonesia.com, Selasa 29 Maret 2022

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved