News Detail
Pemanfaatan Pelabuhan Tak Optimal, Salah Siapa?

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Senin 24 Agustus 2020

Bisnis.com, JAKARTA — Pemanfaatan pelabuhan utama masih belum optimal karena kesalahan pemerintah sendiri yang tidak konsisten mengikuti rencana yang sudah dicanangkannya sejak lama. Kemenhub disebut terlalu mudah membuka pelabuhan baru.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita mengatakan bahwa pemanfaatan pelabuhan utama belum optimal karena salah dari pemerintah sendiri yang tidak konsisten mengikuti perpres mengenai sistem logistik nasional (sislognas).

Dalam perpres tersebut sudah ditentukan pelabuhan mana saja yang menjadi pelabuhan utama dan mengikuti rencana jangka panjang pelabuhan yang dibuat oleh Kemenhub.

"Menhub [Budi Karya Sumadi] sangat gampang sekali menentukan suatu pelabuhan menjadi pelabuhan utama untuk ekspor dan impor di setiap kunjungan kerjanya ke daerah-daerah. Bagaimana bisa optimal kalau Menhub saja tidak konsisten atau malah tidak tahu mungkin tentang aturan-aturan dalam sislognas," ujarnya kepada Bisnis, Senin (24/8/2020).

Misalnya, dia mempertanyakan nasib Tanjung Priok dengan Pelabuhan New Priok setelah pembangunan Patimban rampung. Pasalnya, kedua pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan besar yang berada di posisi strategis.

Kemenhub, kata Zaldi, memberi izin pelabuhan kepada Maspion di Jawa Timur, padahal di wilayah tersebut sudah ada Pelabuhan Tanjung Perak dan pelabuhan baru Teluk Lamong.

"Pelabuhan Bitung yang menjadi pelabuhan gerbang masuk Indonesia menurut Perpres Sislognas malah dibuat downgrade oleh Kemenhub," ujarnya.

Zaldi menilai dengan terlalu banyaknya pelabuhan yang ada membuat pelabuhan-pelabuhan tersebut tidak efisien karena tidak mendapatkan skala ekonomi dan akhirnya membuat biaya pelabuhan tinggi karena terbebani mengembalikan investasi yang sudah ditanam.

Menurutnya, selama pemerintah dalam hal ini Kemenhub tidak bisa konsisten dengan regulasi yang sudah ada dan sangat mudah memberi izin pelabuhan baru, maka biaya pelabuhan Indonesia akan tetap tinggi.

Berdasarkan data Kemenko Maritim dan Investasi, saat ini terdapat 1.241 pelabuhan umum dengan rincian 33 pelabuhan utama, 217 pelabuhan pengumpul, dan 991 pelabuhan pengumpan.

Adapun, pada rencana yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. 432/2017 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional jumlah pelabuhan umum sebanyak 636 pelabuhan dengan rincian 28 pelabuhan utama, 164 pelabuhan pengumpul, 166 pelabuhan pengumpan regional, dan 278 pelabuhan pengumpan lokal.

 

Sumber:

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200824/98/1282454/pemanfaatan-pelabuhan-tak-optimal-salah-siapa

 


Back to List

16 Oct 2020

Kinerja Sektor Pergudangan Berjaya Akibat E-Commerce

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Kamis, 15 Oktober 2020

01 Oct 2020

Jasa Pengiriman Barang Raup Untung, Sampai Bisa Ekspansi

indopos.co.id Rabu, 30 September 2020

29 Sep 2020

Digitalisasi Jadi Kunci Bisnis Jasa Kurir saat Pandemi

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Senin 28 September 2020

28 Sep 2020

Jasa Pengiriman Makanan Tumbuh Paling Tinggi Selama Masa PSBB Pojok Bisnis

Zulfah Robbania, Pojoksatu.id, Minggu, 27 September 2020

28 Sep 2020

Asosiasi Logistik Sebut Jasa Pengiriman Makanan Tumbuh Paling Tinggi

Jawapos.com, Sabtu, 26 September 2020

28 Sep 2020

Asosiasi Logistik Sebut Jasa Pengiriman Makanan Tumbuh Paling Tinggi

Jawapos.com, Sabtu, 26 September 2020

28 Sep 2020

Asosiasi Logistik Sebut Jasa Pengiriman Makanan Tumbuh Paling Tinggi

Jawapos.com, Sabtu, 26 September 2020

23 Sep 2020

Demi kelancaran, Asosiasi Logistik minta pemerintah tanggap mitigasi potensi banjir

Ridwan Nanda Mulyana, Kontan.co.id, Selasa 22 September 2020

15 Sep 2020

Jasa Pengiriman Makanan Bisa Melonjak saat PSBB di Jakarta

Anitana Widya Puspa, Bisnis.com, Senin 14 September 2020

11 Sep 2020

PSBB DKI Jilid II, Pengusaha Minta Pemerintah Perluas Stimulus untuk Cegah PHK

Francisca Christy Rosana, Tempo.co, Kamis, 10 September 2020

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved