News Detail
ALI: Kenaikan tarif akan membuat truk logistik menghindari jalur tol

Selvi Mayasari, Kontan.co.id, Senin 18 Januari 2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah ruas tol mengalami penyesuaian tarif, setidaknya ada 9 jalan tol yang tarifnya naik di Pulau Jawa. Meliputi, Jakarta Outer Ring Road/JORR (E1, E2, E3, W2U dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami), Cikampek-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Semarang Seksi A,B,C, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Surabaya-Gempol.

Menanggapi hal tersebut, Ketua umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita mengatakan, kenaikan tarif di sejumlah rus tol Trans Jawa akan semakin memberatkan ongkos operasional kendaraan logistik dan membuat truk logistik menghindari jalur tol.

Menurutnya, sebelum tarifnya naik saja sudah banyak yang merasakan keberatan dengan tarif tol untuk angkutan logistik sehingga banyak yang melewati gerbang non tol. "Seharusnya pemerintah belum menaikkan tarif tol Trans Jawa, karena masih relatif baru digunakan dan sedang dalam masa pandemi yang berdampak pada ekonomi," ujar Zaldy kepada kontan.co.id, Senin (18/1).

Sementara itu, untuk tol Japek dan JORR menurut Zaldy, selalu dihadapkan permasalahan klasik, yaitu kemacetan yang belum terpecahkan. Ia menyebut, seharusnya kalau pun tarifnya naik adalah untuk tarif kendaraan penumpang bukan truk karena tol Japek dan JORR diperuntukkan untuk akses logistik/truk supaya tidak masuk ke dalam kota.

Zaldy mengaku, selama ini biaya transportasi ke Jawa memang ada dua tarif untuk konsumen, melalui tol ataupun tidak. "Karena biaya tol Trans Jawa hampir 30% dari biaya angkutan. sudah pasti lewat tol akan lebih cepat satu hari," katanya.

Kendati demikian, banyak konsumen yang juga masih memilih non-tol kendati memakan waktu lebih lama. "Pilihannya kembali ke konsumen, apakah mau bayar tol atau tidak, kalau tidak ya lewat non tol dan lebih lama memakan waktu satu sampai dua hari. Jadi kembali lagi kepada konsumen," imbuh Zaldy.

Anteraja, salah satu perusahaan jasa pengiriman barang, yang merupakan anak usaha dari grup PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengaku dengan adanya kenaikan tarif tol, dampak terhadap kinerja Anteraja khususnya untuk pengiriman parcel (barang) antar kota tidak terlalu signifikan karena itu hanya untuk pengiriman antar kota. "Jadi saat ini kami tidak ada rencana kenaikan tarif," ungkap Suyanto Tjoeng selaku CEO Anteraja.

 

Sumber:

https://industri.kontan.co.id/news/ali-kenaikan-tarif-akan-membuat-truk-logistik-menghindari-jalur-tol


Back to List

24 Feb 2021

Ancaman Lonjakan Harga Pangan karena Cuaca Ekstrem dan Banjir

Selfie Miftahul Jannah, Tirto.id, Selasa 23 Februari 2021

22 Feb 2021

Asosiasi logistik sebut banjir Jabodetabek berdampak parah terhadap sektor logistik

Venny Suryanto, Kontan.co.id, Minggu 21 Februari  2021

22 Feb 2021

Banjir Jabodetabek Hambat Pengiriman Logistik, Turun Hingga 60 Persen

Athika Rahma, Liputan6.com, Minggu 21 Februari 2021

22 Feb 2021

Curhat Pengusaha: Truk Rusak Terendam Banjir-Kirim Barang Tertunda  

Trio Hamdani, Detik.com, Minggu 21 Februari 2021

10 Feb 2021

Tol Cipali Amblas, Perusahaan Logistik Bisa Rugi hingga Puluhan Miliar

Liputan6.com, Selasa 9 Februari 2021

10 Feb 2021

Kacau! Tol Cipali Ambles Ditambah Pantura Banjir, Ini Efeknya

Emir Yanwardhana, Cnbcindonesia.com, Selasa 9 Februari 2021

09 Feb 2021

Menunggu Bunga Kredit Turun ke Level 5%

Sindonews.com, Selasa 9 Februari 2021

27 Jan 2021

ALI Proyeksikan Biaya Logistik Akan Meningkat Jika Tarif Sewa Gudang Naik

Sugeng Adji Soenarso, Kontan.co.id, Selasa 26 Januari 2021

20 Jan 2021

ALI: Kenaikan tarif akan membuat truk logistik menghindari jalur tol

Selvi Mayasari, Kontan.co.id, Senin 18 Januari 2021

19 Jan 2021

Tarifnya Naik, Jalan Tol Terancam Ditinggal Kendaraan Logistik

Herdi Alif Al Hikam, Detik.com, Minggu 17 Januari 2021

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved