News Detail
Pelabuhan Patimban: Pebisnis Tagih Komitmen Pemerintah Tuntaskan Proyek

Gloria F.K. Lawi, Bisnis.com, Minggu 13 November 2016

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah diminta berkomitmen menyelesaikan proyek Pelabuhan Patimban, di Subang, Jawa Barat, guna mengoptimalisasi target penurunan biaya logistik.

 

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita menyatakan pemerintah sudah mengulur waktu yang terlampau lama untuk merampungkan Pelabuhan Patimban.

 

“Seharusnya pemerintah konsisten membangun Patimban segera sesuai dengan instruksi Wapres JK [Jusuf Kalla] sewaktu memutuskan membatalkan Cilamaya tahun lalu, dan JK menjanjikan pengganti Cilamaya akan siap dalam satu tahun,” ungkap Zaldy kepada Bisnis, Minggu (13/11/2016).

 

Dia menilai pemerintah enggan menyelesaikan kesepakatan dan perjanjian kontrak pinjaman (financial closing) Pelabuhan Patimban karena masih terbentur keinginan mengoptimalisasi Pelabuhan Kalibaru atau New Priok. Menurut Zaldy, keengganan ini diduga karena adanya kekhawatiran bahwa Pelabuhan Patimban akan membuat New Priok tidak terlalu laku bagi pengguna jasa.

 

“Apabila ini benar, pemerintah masih memilih biaya logistik yang lebih tinggi daripada memberikan solusi bagi para pengguna jasa pelabuhan untuk mendapatkan pelabuhan yang murah dan dekat kawasan industri,” jelasnya.

 

Zaldy beranggapan Nerw Priok adalah pelabuhan yang salah lokasi apalagi karena pemerintah masih mempercayakan operatornya kepada PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Dia menilai Pelabuhan Patimban bisa mengefisiensikan biaya logistik jika dipegang oleh operator nonperusahaan pelat merah.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Pelabuhan Patimban berpeluang besar dikelola oleh swasta nasional atau pihak asing. Hal tersebut diakui Luhut akan berguna untuk mengembangkan transfer ilmu antara operator swasta nasional dan swasta asing kepada masyarakat dalam negeri.

 

“Patimban nanti Jepang mau ikut [mengoperasikan] sambil mereka mendidik orang kita juga,” jelasnya.

 

Dia pun sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyelesaikan masalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Patimban. “Saya berharap itu bisa selesai sampai 25 [November] ini, biar sesuai time table," tutur Luhut.

 

Menteri yang baru saja melakukan kunjungan ke Jepang pada Oktober lalu mengatakan pembangunan dari Patimban akan didanai oleh pemerintah Jepang dengan nilai US$1,7 miliar. Dia juga mengelak bahwa Pelabuhan Patimban akan diprioritaskan sebagai jalur impor untuk industri otomotif dari Jepang.

 

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah resmi memasukkan proyek Pelabuhan Patimban ke dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah atau bluebook dengan nilai pinjaman sebesar US$1,7 miliar. Sebagai informasi, dana pendamping pinjaman untuk proyek Pelabuhan Patimban diproyeksikan sebesar US$595 juta.

 

Tahap selanjutnya negosiasi antara pemerintah dan Jepang akan kembali berlanjut, setelah proyek Patimban resmi masuk dalam blue book. Nantinya Kemenhub juga menyiapkan anggaran guna mendukung proyek Pelabuhan Patimban tersebut, misalnya terkait pengadaan lahan dan lain sebagainya.

 

Patimban diproyeksikan mulai beroperasi sekitar 3,4 juta TEUs/tahun pada 2021. Kapasitas pelabuhan juga akan dikembangkan menjadi 7,5 juta TEUs sampai 8 juta TEUs/tahun dengan proses pembangunan mencapai fase 3.

 

Sumber:

http://industri.bisnis.com/read/20161113/98/602033/pelabuhan-patimban-pebisnis-tagih-komitmen-pemerintah-tuntaskan-proyek

 


Back to List

25 Nov 2020

Distribusi Vaksin Covid-19 Dimonopoli BUMN, Cuan Swasta Minim

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Selasa, 24 November 2020

23 Nov 2020

Industri Logistik Bangkit 2021

Sanya Dinda, Investor.id, Minggu 22 November 2020

19 Nov 2020

Protes Tarif Sandar Kapal Bakal Naik, Pengusaha Anggap Menhub Gagal  

Francisca Christy Rosana, Tempo.co, Rabu 18 November 2020

19 Nov 2020

Pelaku Usaha Logistik Tolak Rencana Kenaikan Biaya Sandar Kapal

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Selasa, 17 November 2020

12 Nov 2020

Bandara Soekarno Hatta Lumpuh 8 Jam Buat Pengusaha Rugi Miliaran Rupiah  

Khoirul Ma’ruf, Pikiran-rakyat.com, Rabu 11 November 2020

12 Nov 2020

Pengusaha Logistik Rugi Rp10 Miliar Terdampak Kerumunan Simpatisan Rizieq Shihab

Tira Santia, Merdeka.com, Rabu 11 November 2020

11 Nov 2020

Imbas Macet-Delay, Pengiriman Barang Lewat Bandara Soetta Telat Sehari

Detik.com, Selasa 10 November 2020

11 Nov 2020

Pengusaha Logistik Rugi Miliaran Rupiah, Imbas Penjemputan Habib Rizieq Buat Pengiriman Ngaret

Gilang Pranajasakti, Pikiran-rakyat.com, Selasa 10 November 2020

09 Nov 2020

Ini dua sektor bisnis yang tumbuh pesat di kuartal III-2020

Muhammad Julian, Kontan.co.id, Senin 09 November 2020

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved