News Detail
Incar Konsumen Luar Jawa, Pemain e-Commerce Terkendala Logistik

Sholahuddin Al Ayyubi

 

 JAKARTA - Sejumlah pemain e-commerce lokal tengah mengincar konsumen di luar Pulau Jawa yang dinilai sangat potensial karena setiap tahunnya terus mengalami pertumbuhan meskipun sektor logistik pengiriman barang masih menjadi kendala.

 

Kusumo Martanto, CEO Blibli mengemukakan pihaknya tengah fokus menggarap pasar di luar Pulau Jawa untuk menambah jumlah konsumen Blibli.

 

Dia mengatakan sampai saat ini jumlah konsumen yang melakukan transaksi dari luar Pulau Jawa seperti di Pulau Sumatera dan Indonesia Bagian Timur hampir sama jumlahnya dengan konsumen dari Pulau Jawa yaitu sekitar 50%.

 

“Kami mencatat, konsumen yang berasal dari luar Pulau Jawa ada sekitar 50% dari total keseluruhan konsumen kami, sisanya dari Pulau Jawa,” tuturnya di sela-sela acara diskusi bersama Google di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

 

Dia juga mengatakan salah satu kendala yang kini dihadapi Blibli untuk menampung banyaknya transaksi pemesanan dari luar Pulau Jawa adalah logistik. Menurut Kusumo, biaya logistik yang harus di-cover oleh Blibli untuk transaksi tersebut dinilai lebih besar jika dibandingkan dengan pengiriman di wilayah Jabodetabek.

 

“Nah, karena itu kami mencari banyak partner di luar Pulau Jawa, agar biaya pengiriman juga tidak terlalu mahal. Kami juga akan membuka werehouse di sejumlah wilayah untuk memudahkan konsumen,” katanya.

 

Senada juga disampaikan oleh GM Strategy and Communication Elevenia, Bayu Setiaji Tjahjono yang tahun depan memiliki rencana untuk mulai fokus menggarap pasar di luar Pulau Jawa yang dinilai sangat potensial.

 

Menurutnya, sampai saat ini konsumen Elevenia masih didominasi dari wilayah Jabodetabek dibandingkan dengan luar Pulau Jawa dengan komposisi 55% untuk Jabodetabek dan 45% untuk wilayah lainnya.

 

“Memang tahun ini konsumen kami masih didominasi dari wilayah Jabodetabek karena kalau di luar Pulau Jawa kan logistik harus dipikirkan,” ujarnya.

 

Dia juga mengatakan tantangan yang kini dihadapi oleh pemain e-commerce lokal bukan hanya berasal dari sektor logistik, tetapi juga banyaknya pemain asing yang mulai masuk untuk bermain di Tanah Air. Kendati demikian, Bayu optimistis pemain lokal dapat memenangkan pasar karena memiliki pengetahuan tentang kearifan lokal di setiap wilayah dibandingkan dengan e-commerceasing.

 

“Memang saat ini banyak pemain dari luar yang lumayan aktif ya, tapi karena kami pemain lokal, jadi kami juga paham betul seperti apa pasar lokal, dibandingkan mereka,” tuturnya.

 

Sementara itu, CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan jumlah konsumen Tokopedia kini sudah mulai didominasi dari luar Pulau Jawa. Dia mengatakan sebesar 60% konsumen Tokopedia berasal dari luar Pulau Jawa dan sisanya sekitar 40% berasal dari Pulau Jawa.

 

“Kami melihat saat ini pemerataan ekonomi sudah mulai terjadi ya, karena konsumen kami lebih banyak dari luar Pulau Jawa, jadi belanja online tidak hanya berfokus di wilayah Jabodetabek saja,” katanya.

 

Dia mengemukakan tantangan yang kini dihadapi bagi pemain e-commerce saat ini adalah mengedukasi pasar agar percaya untuk membeli barang melalui online. Menurut William, konsumen Tokopedia kini lebih dominan melakukan pemesanan melalui smartphone yang menurut data APJII sebesar 63,1 juta orang mengakses Internet melalui smartphone.

 

“Memang kini konsumen dominan mengakses Tokopedia melalui smartphone-nya karena lebih mudah,” ujarnya.

 

DATA GOOGLE

Secara terpisah, Industry Head of Google Indonesia Hengky Prihatna mengemukakan berdasarkan data Google, setiap orang melakukan akses Internet melalui web browser mobile selama 68 menit dalam satu hari, angka ini sama dengan waktu seseorang menggunakan aplikasi di smartphonedalam satu hari.

“Jadi kalau digabung, lebih dari dua jam seseorang melakukan online melalui smartphone-nya untuk membuka web browser mobile dan aplikasi di smartphone,” tuturnya.

 

Menurut Hengky, penetrasi smartphone terus mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Google menyebutkan pada 2013, penetrasi smartphone hanya sekitar 14%, kemudian tumbuh menjadi 28% pada 2014 dan pada 2015 penetrasi smartphone mencapai 43%.

 

“Angka ini akan terus bertambah setiap tahunnya, karena itu pemain e-commerce harus mulai memanfaatkan strategi bisnisnya melalui mobile smartphone,” katanya.

 

Dia juga mengatakan hingga kuartal III/2016, ada sekitar lima e-commerce yang paling sering diakses oleh pengguna smartphone. Menurut Hengky, urutan nomor satu paling sering diakses konsumen adalah Lazada, disusul oleh Tokopedia, Bukalapak, Elevenia dan terakhir e-commerce Blibli.

 

“Kelima brand e-commerce ini paling sering dikunjungi oleh konsumen melalui smartphonenya,” katanya.

 

Sumber: http://industri.bisnis.com/read/20161117/100/603755/incar-konsumen-luar-jawa-pemain-e-commerce-terkendala-logistik


Back to List

25 Nov 2020

Distribusi Vaksin Covid-19 Dimonopoli BUMN, Cuan Swasta Minim

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Selasa, 24 November 2020

23 Nov 2020

Industri Logistik Bangkit 2021

Sanya Dinda, Investor.id, Minggu 22 November 2020

19 Nov 2020

Protes Tarif Sandar Kapal Bakal Naik, Pengusaha Anggap Menhub Gagal  

Francisca Christy Rosana, Tempo.co, Rabu 18 November 2020

19 Nov 2020

Pelaku Usaha Logistik Tolak Rencana Kenaikan Biaya Sandar Kapal

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Selasa, 17 November 2020

12 Nov 2020

Bandara Soekarno Hatta Lumpuh 8 Jam Buat Pengusaha Rugi Miliaran Rupiah  

Khoirul Ma’ruf, Pikiran-rakyat.com, Rabu 11 November 2020

12 Nov 2020

Pengusaha Logistik Rugi Rp10 Miliar Terdampak Kerumunan Simpatisan Rizieq Shihab

Tira Santia, Merdeka.com, Rabu 11 November 2020

11 Nov 2020

Imbas Macet-Delay, Pengiriman Barang Lewat Bandara Soetta Telat Sehari

Detik.com, Selasa 10 November 2020

11 Nov 2020

Pengusaha Logistik Rugi Miliaran Rupiah, Imbas Penjemputan Habib Rizieq Buat Pengiriman Ngaret

Gilang Pranajasakti, Pikiran-rakyat.com, Selasa 10 November 2020

09 Nov 2020

Ini dua sektor bisnis yang tumbuh pesat di kuartal III-2020

Muhammad Julian, Kontan.co.id, Senin 09 November 2020

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved