News Detail
Platform Digital Logistik Jangan Dibatasi

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Minggu 10 Maret 2019

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menilai platform digital logistik tidak perlu dibatasi jumlahnya, melainkan dibuat standardisasi format datanya.

Ketua ALI, Zaldi Ilham Masita menuturkan platform penyedia layanan digital tidak perlu dibatasi jumlahnya dan diperbolehkan banyak penyedia.

"Platform digital tdk perlu dibatasi, bisa banyak provider. Paling penting apakah format datanya standar atau tidak, kalau standar maka platform-platform ini bisa saling berhubungan," ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (10/3/2019).

Standardisasi ini, jelasnya, yang menjadi masalah besar dalam digitalisasi logistik, terutama karena belum adanya standarisasi pertukaran data elektronik di Indonesia.

Menurutnya, hal tersebut menjadi tugas utama dari pemerintah untuk segera membuat standarisasi pertukaran data elektronik khususnya di sektor logistik tersebut. "Agar platform-platform ini bisa saling berkolaborasi," imbuhnya.

Sementara itu, Pakar Kemaritiman dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Raja Oloan Saut Gurning, menilai entitas pelayaran dan pelaku logistik cenderung masih terbebani penyediaan belanja modal yang besar dan tingginya biaya operasional akibat dari digitalisasi atau perubahan layanan 4.0.

"Seharusnya, justru layanan berbasis 4.0 memungkin biaya capital expenditure yang menurun bahkan diserahkan saja ke pihak lain sehingga biaya operasional berpotensi menurun. Akibat adanya jaminan kontrak atau jaminan bisnis dengan volume bisnis yang membesar," ungkapnya kepada Bisnis.com.

Dia juga menyebutkan syarat perubahan menuju revolusi industri 4.0 adalah perubahan cara pandang dan pola pikir termasuk bisnis proses, dan hal ini justru dia nilai cenderung lemah terjadi di Indonesia

"Yang muncul secara eksis atau dominan adalah ditandai dengan masih berupa proses digitalisasi secara umum dan belum menerapkan model  bisnis baru yang berbasis aplikasi sensorik dan pengelolaan data," ungkapnya.

Saut menuturkan perubahan pola pikir juga perlu dilakukan atau distimulasi oleh pemerintah melalui berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) terkait logistik dan perdagangan. Perubahan tersebut lanjutnya tentu yang berorientasi pada integrasi dan efisiensi birokrasi serta pada aspek penguatan dan peningkatan daya saing produk dan jasa Indonesia.

 

Sumber:

https://ekonomi.bisnis.com/read/20190310/98/897941/platform-digital-logistik-jangan-dibatasi

 


Back to List

16 Feb 2024

Pilpres Satu Putaran, Asosiasi Logistik Indonesia Berpegang Teguh Pada Outlook 2024

Sabrina Rhamadanty, Kontan.co.id, Kamis 15 Februari 2024

01 Feb 2024

Poros Penghubung Logistik Timur

Nugroho Nafika Kassa, Bisnis Indonesia, Kamis 1 Februari 2024

30 Jan 2024

Harga Produk Bisa Naik Akibat Konflik Laut Merah, YLKI: Jangan Bebankan ke Konsumen

Dimas Andi, Kontan.co.id, Senin 29 Januari 2024

29 Jan 2024

Konflik Laut Merah Dongkrak Tarif Logistik, Harga Produk bakal Naik

tribunnews.com, Minggu 28 Januari 2024

29 Jan 2024

INSA Sebut Ongkos Logistik ke Eropa Naik 65% Akibat Konflik di Laut Merah

Rashif Usman, Kontan.co.id, Minggu 28 Januari 2024

25 Jan 2024

Konflik di Laut Merah, Distribusi Komoditas Impor Berpotensi Terdampak

Vendy Yhulia Susanto, Kontan.co.id, Rabu 24 Januari 2024

24 Jan 2024

3 Aspek Penting Dalam Pelayanan di Industri Logistik

Banu Adikara, Jawapos.com, Selasa 23 Januari 2024

22 Jan 2024

Sepanjang 2023, KAI Logistik Raup Pendapatan Rp 1,1 Triliun

Ichsan Emrald Alamsyah, Republika.co.id, Minggu 21 Januari 2024

19 Jan 2024

Bagaimana Tren Pergudangan Tahun 2024?

M. Ubaidillah, Swa.co.id, Kamis 18 Januari 2024

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved