News Detail
Sektor Logistik Kian Menjanjikan

Rinaldi M. Azka, Bisnis Indonesia, Kamis 15 Agustus 2019

Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi investasi pada sektor transportasi dan pergudangan dinilai terus tumbuh dan bernilai besar pada semester I/2019, karena potensi sektor logistik Indonesia yang sangat besar dan semakin menjanjikan.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi mencapai Rp. 71,8 triliun atau 18% dari total realisasi secara keseluruhan pada semester I/2019.

Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi menjadi yang paling besar per semester I/2019 ini dengan total Rp. 32.935 triliun dengan total 630 proyek.

Sementara itu, realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi mencapai US$ 2,591 miliar atau setara dengan Rp. 38,9 triliun dengan total 618 proyek.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menilai, kinerja sektor logistik dipengaruhi factor demografis dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Menurutnya, dengan wilayah yang luas dan kondisi geografis sebagai Negara kepulauan, masih banyak dibutuhkan infrastruktur  dan fasilitas logistic yang memadai.

Kebutuhan tersebut semakin meningkat karena tuntutan kecepatan, keamanan, dan kemudahan pelacakan dalam pengiriman barang dan pemenuhan pesanan, termasuk dengan dorongan bisnis e-commerce.

“Perusahaan penyedia jasa logistik melakukan investasi pembangunan pergudangan maupun memodernisasi sistem pergudangan. Perusahaan transportasi menambah armada untuk mengikuti tuntutan pengembangan wilayah distribusinya,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu (14/8).

Realisasi investasi yang tinggi, katanya, sejalan dengan prediksi SCI yang memperkirakan tingkat pertumbuhan sektor logistik pada tanggal 2019 sebesar 11,56%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan logistik pada 2018 sebesar 8,44%.

SCI memprediksi, tingkat pertumbuhan pada 2019 untuk subsektor transportasi sebesar 11,15% dan subsektor pergudangan sebesar 9,51%.

Sektor logistik, lanjutnya, menarik bagi investor dalam negeri maupun asing yang ditunjukkan dari realisasi investasi yang besar dan hamper berimbang antara penanaman modal dalam negeri [PMDN] dan penanaman modal asing [PMA] pada bidang transportasi dan pergudangan.

Salah satu alasan meningkatnya investasi asing, ungkap Setijadi, karena kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kepemilikan asing pada sektor logistik yang bervariasi menjadi 67% hingga 100%.

Investor dinilai semakin yakin menanamkan modal mereka ke sektor logistik setelah adanya kepastian presiden terpilih yang akan melajutkan program pembangunan infrastruktur, di samping program-program lainnya.

“Peningkatan investasi dipengaruhi pula oleh upaya pemerintah memperbaiki kemudahan berusaha di Indonesia antara lain dengan memaksimalkan implementasi Online Single Submission [OSS],” paparnya.

 

MASIH MINIM

Namun, realisasi investasi pendukung logistik yang terus bertumbuh dan bernilai besar pada semester I/2019, dinilai belum menyentuh ranah krusial. Justru ranah ini, investasi yang menunjang kinerja sektor logistik seperti pergudangan masih minim.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengakui bahwa investasi di sektor pergudangan masih minim. Investasi yang besar, lanjutnya, justru didominasi oleh ride hailing atau transportasi online.

“Investasi paling banyak masih di ride hailing atau on demand transport. Adapun, untuk investasi secara fisik seperti gudang atau truk belum terlihat geliatnya,” ujarnya.

Padahal, tuturnya, para pelaku logistik berharap investasi lebih banyak di subsektor seperti pengembangan cold storage atau rantai pendingin (cold chain). Investasi di subsektor ini disebut masih belum terlihat.

Padahal, pemerintah berdasarkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI sudah mengeluarkan subsektor dari daftar negatif investasi (DNI), sehingga investasi asing untuk porsi kepemilikannya dapat lebih besar.

“Padahal sudah 100% [keluar dari DNI], sehingga ada faktor lain yang membuat investasi tidak masuk. Biaya impor yang tinggi untuk peralatan cold storage [bisa jadi masalahnya] karena pajak yang mencapai sepertiga dari harga produk,” jelasnya.

Investasi di subsektor cold storage yang semula terbuka untuk kepemilikan asing sebesar 33% meningkat menjadi terbuka 100%.

Dia menyayangkan kondisi ini, karena cold storage sangat penting untuk penyimpanan barang-barang segar produksi para petani dan nelayan.

Kepala BKPM Thomas T. Lembong menuturkan, realisasi investasi pada semester I/2019 masih didominasi sektor infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik, dan kontruksi.

“Terlihat juga bahwa investasi infrstruktur yang membutuhkan anggaran besar dan sifatnya mutiyears, tetap ada realisasinya dengan kondisi ekonomi global dan regional yang penih tantangan dan ketidakpastian,” tuturnya.

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi berharap investasi di sektor logistik yang menyasar pergudangan, otomasi hingga digitalisasi terus meggeliat mengingat tingginya minat dari sektor ini.

Dia optimistis investasi di pergudangan dan transportasi terus menanjak akibat penyesuaian terhadap perubahan pada proses rantai pasokan atau supply chain. Selain itu, dia juga melihat banyak aktivitas peremajaan unit transportasi dan investasi baru di kegiatan tambang yang turut mendorong investasi baru.

 

 

 

 


Back to List

22 Apr 2022

Ini Dampak Bagi Sejumlah Sektor Industri Akibat Masih Tingginya Harga Minyak Mentah  

Muhammad Julian, Kontan.co.id, Rabu 20 April 2022

11 Apr 2022

Pemerintah Batasi Angkutan Logistik Saat Arus Mudik, Begini Pinta ALI  

Lailatul Anisah, Kontan.co.id, Minggu 10 April 2022

05 Apr 2022

Angkutan Barang Dibatasi saat Mudik, Pengusaha Logistik Justru Khawatir Ini

Dany Saputra, Bisnis.com, Selasa 5 April 2022

01 Apr 2022

5 Sektor Usaha yang Halal Nikmati Solar Subsidi

cnnindonesia.com, Kamis 31 Maret 2022

31 Mar 2022

Pengusaha Logistik Keluhkan Solar Langka Sudah 2 Minggu

cnnindonesia.com, Selasa 29 Maret 2022

29 Mar 2022

Awas, Solar Langka Bisa Berimbas pada Kenaikan Harga Bahan Pokok

cnnindonesia.com, Selasa 29 Maret 2022

18 Mar 2022

Asosiasi Logistik Indonesia Prediksi Tren Kenaikan Freight Rate Akan Berlanjut

Dimas Andi, Kontan.co.id, Rabu 16 Maret 2022

07 Mar 2022

Pelabuhan Tanjung Priok Macet, Ini Tanggapan Asosiasi Logistik Indonesia (ALI)

Dimas Andi, Kontan.co.id, Jumat 04 Maret 2022

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved