News Detail
Tol Laut, Program Gagal Tak Terselamatkan?

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Minggu 8 Maret 2020

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), menilai tol laut sebagai program yang tidak memberikan dampak jangka panjang dalam menurunkan disparitas harga antara Indonesia Barat dan Timur. Musababnya, pemberian subsidi terhadap pelayaran akan membuat ketergantungan.

Ketua Umum ALI, Zaldi Ilham Masita, mengatakan lebih dari Rp1 triliun uang APBN habis dan tidak ada yang dicapai dari program tol laut tersebut. Jumlah tersebut belum termasuk biaya pembangunan kapal yang mencapai Rp50 triliun.

"[Kesalahan] yang paling mendasar adalah Kemenhub menjalankan konsep tol laut dengan paradigma transportasi, padahal tujuan dari tol laut untuk menurunkan disparitas harga adalah paradigma supply chain, ini awal dari segala kesalahan eksekusi dari tol laut. Gagal total dengan membuang Rp1 triliun uang negara," tegasnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (8/3/2020).

Dia menuturkan Pelni pun tidak menjadi perusahaan pelayaran yang kuat. Pelabuhan-pelabuhan di daerah yang dilalui tol laut juga kondisinya masih menyedihkan. Pun demikian dengan ekonomi di daerah-daerah yang dilalui tol laut, juga tidak membaik serta merta membaik.

Lebih lanjut, sebenarnya, subsidi macam tol laut sudah diatur dalam Peraturan Presiden No. 26 Tahn 2012, yang sudah ada pembahasan tentang short sea shipping dan sangat mirip dengan tol laut.

Menurutnya, seharusnya konsep tol laut mengikuti short sea shipping dalam aturan sistem logistik nasional (sislognas) tersebut.

Zaldi menilai masalah yang paling mendasar adalah memberikan subsidi pada pelayaran adalah solusi yang salah karena sangat rawan penyelewengan dan tidak memberikan dampak jangka panjang menurunkan disparitas harga di luar Pulau Jawa.

"Subsidi mestinya dialihkan ke infrastruktur pelabuhan di daerah-daerah terpencil agar  biaya pelabuhannya lebih efisien; bongkar muat juga tidak berhari-hari jadi bisa berdampak lebih panjang dan semua pelayaran bisa menikmati," terangnya.

Zaldi menegaskan, membenahi tol lau sebenarnya dapat dilakukan melalui 4 solusi utama. Solusi pertama yakni subsidinya jangan diberikan kepada pelayaran.

Langkah kedua, subsidi dilakukan untuk perbaikan fasilitas pelabuhan dan bongkar muat di pelabuhan, sehingga semua kapal bisa sandar dengan cepat tanpa antrian dan bongkarnya juga cepat.

Ketiga, pemda yang disinggahi mendapat fasilitas tol laut harus ikut aktif mengurangi biaya di darat di daerah masing-masing, seperti biaya truk masuk pelabuhan, tenaga bongkar muat.

"Pungli harus nol dan pungutan-pungutan daerah juga nol, kalau tidak memberikan komitmen ya tidak perlu diberi fasilitas tol laut," paparnya.

Keempat, rute sekarang yang modelnya milk run perlu dirombak total karena frekuensi kapal ke suatu daerah menjadi sangat lama atau jarang.

"Perlu dibuat model shuttle dengan hub and spoke, sehingga kapal pelayaran rakyat juga mendapatkan andil untuk mengantar muatan dari hub ke pelabuhan-pelabuhan kecil di sekitarnya," ujarnya.

 

Sumber:

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200308/98/1210475/tol-laut-program-gagal-tak-terselamatkan

 


Back to List

16 Apr 2021

Pengusaha Protes Kenaikan Tarif Pelabuhan Priok Saat Ekonomi Susah

Muhammad Idris, Kompas.com, Kamis 15 April 2021

15 Apr 2021

Tarif Layanan Pelabuhan Tanjung Priok Naik! Berlaku Besok

Anitana Widya Puspa, Bisnis.com, Rabu 14 April 2021

14 Apr 2021

Mahendra Rianto Resmi Jabat Ketua Umum ALI periode 2021-2026

Rahmi Yati, Bisnis.com, Selasa 13 April 2021

14 Apr 2021

Naik 39%, pelaku usaha keberatan dengan tarif baru di Pelabuhan Tanjung Priok

Venny Suryanto, Kontan.co.id, Selasa 13 April 2021

14 Apr 2021

Tarif Jasa Pelabuhan Tanjung Priok Naik, Pengusaha Pusing!

Emir Yanwardhana, Cnbcindonesia.com, Selasa 13 April 2021

05 Apr 2021

Vaksinasi Tumbuh Kembangkan Industri Rantai Pasok

Ipak Ayu, Bisnis.com, Minggu 04 April 2021 

05 Apr 2021

Jasa Pengiriman Meraup Untung di Momen Larangan Mudik Lebaran 2021

Menit.co.id, Sabtu 3 April 2021

30 Mar 2021

Menakar Dampak ke RI Akibat Macet di Terusan Suez

Herdi Alif Al Hikam, Detik.com, Senin 29 Maret 2021

24 Mar 2021

Jelang Idulfitri, Perusahaan Jasa Kurir Siap-Siap Raup Cuan

Anitana Widya Puspa, Bisnis.com, Selasa, 23 Maret 2021

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved