News Detail
Pengusaha Keberatan Operasional Angkutan Barang Dibatasi Selama Libur Natal 2023

Isna Rifka Sri Rahayu, Yoga Sukmana Tim Redaksi, Kompas.com, Minggu 26 November 2023

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) keberatan jika pemerintah kembali membatasi operasional angkutan barang selama periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

Seperti diketahui, pemerintah biasanya menerapkan kebijakan pembatasan angkutan barang untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas saat Nataru maupun libur lebaran.

Ketua Umum ALI Mahendra Rianto mengatakan, kebijakan pembatasan operasional angkutan barang selama Nataru dapat merugikan pelaku industri dan masyarakat secara umum.

Pasalnya, kebutuhan-kebutuhan logistik di destinasi tujuan dinilai bisa menjadi langka karena adanya pelarangan angkutan logistik. Tidak hanya itu, pelarangan angkutan logistik ini juga akan menyebabkan kerugian negara secara ekonomi.

Menurutnya, hal tersebut akan memicu harga barang-barang yang dibutuhkan masyarakat menjadi naik karena kurangnya pasokan.

"Harga barang-barang nanti bisa bergejolak. Selain itu, masyarakat juga akan merasakan kelangkaan barang apabila angkutan logistik tidak sampai tepat waktu," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (26/11/2023).

Dia mengungkapkan, pembatasan angkutan logistik ini juga akan membebani pengusaha. Sebab, pengusaha harus memproduksi lebih banyak barang untuk disalurkan lebih cepat guna menjaga pasokan daerah.

Tambahan produksi ini dinilai akan menghabiskan biaya, mulai dari kenaikan harga bahan baku, operasional produksi, upah lembur, hingga kenaikan ongkos truk.

Alih-alih memberlakukan pembatasan angkutan barang, menurutnya, pemerintah dapat melakukan rekayasa lalu lintas untuk mencegah terjadinya kemacetan di jalan.

Mahendra menilai, cara ini akan lebih efektif diterapkan sekaligus menjaga pasokan barang dibanding pelarangan angkutan logistik.

"Jadi, enggak perlu larangan pada H-3 atau H-1 itu, karena larangan itu malah akan sangat kontra produktif," kata dia.

Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Subandi juga tidak setuju dengan adanya pelarangan terhadap angkutan logistik pada momen Nataru nanti. Hal itu bertujuan agar pasokan dan produksi pelaku usaha bisa tetap terjaga sehingga tidak terjadi kelangkaan.

"Industri itu kan nggak boleh terhenti hanya gara-gara ada libur panjang seperti Nataru ini," ucap Subandi.

Subandi juga meminta pemerintah untuk mengajak industri dalam merumuskan aturan pengaturan lalu lintas selama libur panjang seperti Nataru dan Lebaran. Hal itu diperlukan guna merumuskan kebijakan yang tidak merugikan dan bisa mengakomodir kepentingan semua pihak.

Dia mengungkapkan, ada efek domino yang dihasilkan apabila aturan yang dibuat pemerintah nantinya tidak juga berpihak pada industri.

Dia mencontohkan, apabila kendaraan logistik sektor ekspor dan impor dilarang melintas maka industri manufaktur atau apapun yang menerima pasokan bahan baku akan terhenti.

Pabrik tidak akan bisa melakukan aktivitas karena angkutan logistik yang membawa bahan baku produksi kesulitan atau bahkan tidak bisa melintas.

Kalau sudah begitu, kata Subandi, kerugian yang dirasakan tidak hanya pada sektor ekspor-impor tapi menjalar ke industri lainnya.

"Jadi kerugiannya panjang, sementara karyawan tetap harus dibayar. Nanti ada kontrak-kontrak supplier dengan distributor tidak bisa dipenuhi. Jadi, efeknya bukan hanya di industri saja tapi ke para supplier dan distributor yang memang betul ada kerjasama dengan industri itu," jelasnya.

Dia mengungkapkan, khusus untuk industri ekspor impor saja bisa mengalami kerugian lebih dari ratusan juta rupiah. Itu baru dihitung dari kontainer yang tertahan di pelabuhan dan belum ditambah dengan kerugian yang disebabkan oleh faktor-faktor lain.

 

Sumber:

https://money.kompas.com/read/2023/11/26/141000426/pengusaha-keberatan-operasional-angkutan-barang-dibatasi-selama-libur-natal.


Back to List

22 Feb 2024

Antisipasi Armada Tidak Terjebak Banjir, ALI Usulkan Dishub Membuat Peringatan

Agfi Sagittian, Ilham Dwi Ridlo Wancoko, Zalzilatul Hikmia, Jawapos.com, Rabu 21 Februari 2024

16 Feb 2024

Pilpres Satu Putaran, Asosiasi Logistik Indonesia Berpegang Teguh Pada Outlook 2024

Sabrina Rhamadanty, Kontan.co.id, Kamis 15 Februari 2024

01 Feb 2024

Poros Penghubung Logistik Timur

Nugroho Nafika Kassa, Bisnis Indonesia, Kamis 1 Februari 2024

30 Jan 2024

Harga Produk Bisa Naik Akibat Konflik Laut Merah, YLKI: Jangan Bebankan ke Konsumen

Dimas Andi, Kontan.co.id, Senin 29 Januari 2024

29 Jan 2024

Konflik Laut Merah Dongkrak Tarif Logistik, Harga Produk bakal Naik

tribunnews.com, Minggu 28 Januari 2024

29 Jan 2024

INSA Sebut Ongkos Logistik ke Eropa Naik 65% Akibat Konflik di Laut Merah

Rashif Usman, Kontan.co.id, Minggu 28 Januari 2024

25 Jan 2024

Konflik di Laut Merah, Distribusi Komoditas Impor Berpotensi Terdampak

Vendy Yhulia Susanto, Kontan.co.id, Rabu 24 Januari 2024

24 Jan 2024

3 Aspek Penting Dalam Pelayanan di Industri Logistik

Banu Adikara, Jawapos.com, Selasa 23 Januari 2024

22 Jan 2024

Sepanjang 2023, KAI Logistik Raup Pendapatan Rp 1,1 Triliun

Ichsan Emrald Alamsyah, Republika.co.id, Minggu 21 Januari 2024

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved